Pemerintah tengah melakukan kajian terhadap PT QMB New Energy, salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan industri nikel, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah (Sulteng). Langkah itu pemerintah ambil menyusul berbagai insiden yang merenggut korban jiwa, teranyar soal longsor di kolam limbah. Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup katakan, ada beberapa hal yang jadi fokus kajian pemerintah. Salah satunya, dua kali kecelakaan kerja yang menyebabkan korban jiwa di QMB. Selain itu, kajian juga berdasarkan kekhawatiran terhadap kondisi kerja dan kegiatan tanpa izin, termasuk penimbunan tailing. Sebelumnya, pada 20 Februari lalu, longsor teradi di wilayah IMIP yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah alat berat tertimbun di area dumping limbah QMB. Insiden itu bukan kali pertama setelah di tahun sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi. Hanif berjanji ambil tindakan tegas menyusul kejadian itu. “Jadi, saya akan mengenakan perdata, pidana, dan pencabutan persetujuan lingkungannya, karena sudah dua kali dia menyebabkan kematian,” katanya, mengutip Antara. Dalam berita Mongabay sebelumnya, Dedy Kurniawan, Head of Media Relations Department IMIP menjelaskan, longsoran pada Rabu (18/2/26) pukul 14.00 WITA itu terjadi di area dumpingan limbah QMB, salah satu tenant di kawasan IMIP. “Penyebab sementara diduga karena kondisi tanah pada area bawah yang lembek. Beberapa unit excavator, bulldozer, dump truck ikut terbawa longsoran,” katanya, mengutip CNBC. Menyusul kejadian itu, tim Quick Response Center (QRC) di lapangan langsung menghentikan aktivitas di area itu dan mengevakuasi para pekerja ke titik aman. Saat ini, lokasi kejadian telah terpasang barikade sambil menunggu proses investigasi dari Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan…This article was originally published on Mongabay
Menanti Sanksi Tegas Kasus Kolam Limbah Nikel di Morowali
Menanti Sanksi Tegas Kasus Kolam Limbah Nikel di Morowali





Comments are closed.