Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

rahmatan-lil-‘alamin-sebagai-prinsip-universal-ajaran-islam
Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam
service

Mubadalah.id – Konsep rahmatan lil ‘alamin secara literal berarti rahmat bagi seluruh alam. Al-Qur’an menegaskan bahwa risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad tidak ditujukan hanya kepada kelompok tertentu, melainkan kepada seluruh umat manusia tanpa membedakan jenis kelamin, suku, maupun bangsa.

Makna rahmat dalam bahasa Arab berakar pada arti kasih sayang yang melindungi, memelihara, dan menumbuhkan kehidupan.

Bahkan rahmat dalam Islam bukan sekadar sikap lembut secara emosional, melainkan tindakan nyata yang menghadirkan kemaslahatan sekaligus mencegah kerusakan.

Dengan demikian, konsep tersebut memuat dimensi etis dan sosial yang menuntut implementasi konkret dalam kehidupan manusia. Rahmat dipahami sebagai prinsip yang mengarahkan relasi manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Dalam perspektif Mubadalah, prinsip ini menjadi visi relasional yang menyeluruh. Rahmat tidak dapat terwujud apabila relasi kita bangun di atas dominasi atau ketimpangan.

Karena itu, segala bentuk ketidakadilan—baik berbasis gender, kekuasaan, ekonomi, sosial, maupun kondisi fisik—dipandang bertentangan dengan mandat kerahmatan. Pendekatan ini menegaskan bahwa rahmat harus berjalan beriringan dengan keadilan.

Konsep tersebut juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral bagi pihak yang memiliki keunggulan. Kekuatan fisik, status sosial, atau posisi politik harus kita batasi oleh norma etika dan hukum agar tidak ia salahgunakan. Dalam kerangka ini, kekuasaan dapat kita pahami sebagai sarana perlindungan, bukan alat penindasan.

Pandangan ini menempatkan Islam sebagai ajaran yang menuntut keberpihakan kepada kelompok rentan. Rahmat bukan hanya konsep teologis, melainkan prinsip operasional yang mengharuskan hadirnya perlindungan dan pemberdayaan bagi mereka yang berpotensi mengalami ketidakadilan.

Dengan demikian, rahmatan lil ‘alamin dapat kita pahami sebagai fondasi moral yang mengikat seluruh dimensi kehidupan sosial. []

Sumber Tulisan: Rahmatan lil ‘Alamin dalam Paradigma Mubadalah

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.