Thu,21 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Surabaya Tuan Rumah Konferensi Nasional Pengendalian Tembakau 2026, Ada Tantangan Besar

Surabaya Tuan Rumah Konferensi Nasional Pengendalian Tembakau 2026, Ada Tantangan Besar

surabaya-tuan-rumah-konferensi-nasional-pengendalian-tembakau-2026,-ada-tantangan-besar
Surabaya Tuan Rumah Konferensi Nasional Pengendalian Tembakau 2026, Ada Tantangan Besar
service

Konferensi Indonesia tentang Pengendalian Tembakau (ICTOH) kembali digelar tahun ini pada Kamis-Jumat, 21-22 Mei 2026 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Konferensi Nasional Pengendalian Tembakau ini akan dihadiri oleh para akademisi, peneliti, hingga pejabat negara untuk mendukung Indonesia bebas asap rokok.

Perwakilan Research Group Tobacco Control (RGTC) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Alifia Hera menjelaskan kegiatan konferensi ini merupakan yang kesebelas yang digelar. Kali ini, Surabaya dipilih menjadi tuan rumah karena dinilai sebagai kota yang memiliki tantangan besar dalam pengendalian tembakau.

”Ini adalah bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kota Surabaya dalam pengendalian tembakau,” ucap Alif, Rabu 20 Mei 2026.

Menurut Alif, kegiatan konferensi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan konsumsi produk tembakau dan nikotin di Indonesia yang masih tinggi, khususnya pada kelompok anak dan remaja. Hal ini dibuktikan dari Survei Kesehatan Indonesia (2023) yang menyatakan 7,4 persen anak adalah perokok.

Selain itu, Global Adult Tobacco Survey juga menunjukkan peningkatan 10 kali lipat pengguna rokok elektronik dalam satu dekade, yakni 2011-2021. “Pergeseran tren konsumsi ini diperkuat oleh persepsi keliru bahwa produk alternatif seperti vape lebih aman, padahal tetap berisiko terhadap kesehatan dan adiksi,” tandas Alif.

Di sisi lain, paparan iklan, promosi, dan sponsorship (IPS) produk tembakau masih sangat tinggi, terutama melalui media digital atau media sosial yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Bahkan, penelitian pada tahun 2022 menunjukkan bahwa 51 persen masyarakat usia 13-15 tahun telah terpapar promosi rokok di media digital.

“Harga rokok yang relatif murah serta praktik penjualan eceran juga mempermudah akses anak dan remaja,” tutur Alif.

Meski pemerintah telah membuat regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, implementasinya dinilai masih menjadi tantangan. Ditambah lagi, kebijakan lain seperti Kawasan Tanpa Rokok (KTR), kenaikan bea cukai yang tidak konsisten, serta tingginya intervensi industri rokok terus menjadi penghambat dalam memajukan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Oleh karena itu, konferensi ini akan mengajak masyarakat sipil, akademisi, dan peneliti untuk mendorong pemerintah mengimplementasikan regulasi yang efektif. Terlebih sudah banyak kota/kabupaten yang memiliki Perda KTR.

Alif melanjutkan, puluhan pelajar dan peneliti yang akan menyampaikan hasil penelitian mereka tentang rokok dan tembakau. Selanjutnya, berbagai organisasi internasional akan hadir dalam konferensi ini, seperti perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Vital Strategies dan Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK).

Selain itu, ada juga organisasi masyarakat sipil yang akan mengikuti konferensi ini. Antara lain, Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Indonesian Youth Council for Tactical Change (IYCTC), Udayana Central, Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI), dan Center of Human and Economic Development (CHED).

Beberapa organisasi akan menghadirkan narasumber lokal maupun internasional dalam pertemuan ilmiah di konferensi ini. Mereka akan berbagi pengetahuan terkait bahaya rokok dalam berbagai perspektif.

“Seperti perspektif gender dan perlindungan anak hingga cukai rokok,” papar Alif.

Alif mengatakan konferensi hari pertama ini akan dihadiri oleh beberapa pejabat pusat dan daerah. Salah satunya Wakil Menteri Kesehatan Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus.

Pada hari kedua, akan ada kegiatan presentasi lisan dan poster yang akan diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat sipil. Nantinya, presentasi ini akan dikompetisikan untuk memilih yang terbaik.

Rangkaian ICTOH ke-11 telah dimulai sejak Rabu, 20 Mei 2026 dengan agenda Youth Forum. Forum ini mempertemukan pemuda dari generasi Z hingga milenial di Indonesia yang memiliki visi sama untuk mengendalikan konsumsi tembakau. Hasil deklarasi Youth Forum juga dibacakan di ICTOH hari pertama.

Industri tembakau dan nikotin menarik kaum muda

Organisasi Kesehatan Dunia atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan industri tembakau dan nikotin merancang produknya untuk menarik kaum muda dalam siklus kecanduan. Sebenarnya kecanduan tembakau dan nikotin dapat dipatahkan.

WHO juga mencatat sebanyak 15 juta remaja, berusia 13–15 tahun, di seluruh dunia sudah menggunakan rokok elektrik. Di negara-negara dengan yang memiliki data, rata-rata remaja sembilan kali lebih mungkin menggunakan rokok elektrik dibandingkan orang dewasa. Selain itu, 40 juta remaja (berusia 13–15 tahun) di seluruh dunia menggunakan tembakau.

Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan pernapasan, lebih dari 20 jenis atau subtipe kanker yang berbeda, dan banyak kondisi kesehatan meningkat lainnya. Setiap tahun, lebih dari 7 juta orang meninggal akibat penggunaan tembakau. Sebagian besar kematian akibat tembakau terjadi di negara-negara dengan perumahan rendah dan menengah. Negara ini sering menjadi sasaran campur tangan dan pemasaran intensif industri tembakau.

Tembakau juga bisa mematikan bagi perokok pasif. Paparan asap rokok pasif juga berkaitan dengan dampak kesehatan yang buruk, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta kematian setiap tahunnya. Merokok saat hamil dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan seumur hidup bagi bayi.

Produk tembakau yang dipanaskan atau dipanaskan produk tembakau (HTP) mengandung tembakau dan memaparkan penggunanya pada emisi beracun. Produk ini banyak menyebabkan kanker dan berbahaya bagi kesehatan.

Sistem pengiriman nikotin elektronik atau Electronic Nicotine Delivery Systems (ENDS) dan sistem pengiriman non-nikotin elektronik atau Electronic Non-Nicotine Delivery Systems (ENNDS) umumnya dikenal sebagai rokok elektrik. Produk ini tidak mengandung tembakau dan mungkin mengandung nikotin atau tidak. Tapi berbahaya bagi kesehatan dan jelas tidak aman.

Nikotin, yang secara alami terdapat dalam tembakau dan ditambahkan ke banyak ENDS, sangat adiktif dan menyebabkan ketergantungan, terutama di kalangan anak muda.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.