Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Red Devil Invasi Danau Toba, Bagaimana Nasib Ikan Lokal?

Red Devil Invasi Danau Toba, Bagaimana Nasib Ikan Lokal?

red-devil-invasi-danau-toba,-bagaimana-nasib-ikan-lokal?
Red Devil Invasi Danau Toba, Bagaimana Nasib Ikan Lokal?
service

Red devil bukan ikan asli Danau Toba. Ikan ini berasal dari Amerika Tengah, yaitu di aliran Sungai San Juan, Kosta Rika, serta beberapa danau di Nikaragua, seperti Danau Nikaragua dan Danau Managua. Di beberapa daerah, jenis ini disebut ikan oskar, setan merah, lohan merah, dan nonong. Di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, sebagian warga menyebutnya ikan tayo-tayo. “Di sini red devil tidak kami konsumsi,” kata Br. Malau (47), istri nelayan di Danau Toba, sambil menimbang ikan tersebut untuk dijual ke penampung. Pagi itu, suaminya, Oloan Simanullang, baru menarik jaring ke atas solu, perahu kayu tradisional Batak. Targetnya ikan mas, nilai, mujair, dan pora-pora, tetapi yang didapat red devil. Harganya murah, 5-10 ribu rupiah per kilogram. Warga tidak terbiasa mengkonsumsi, kadang ada yang beli untuk pakan ternak. “Dulu, dapat pora-pora hingga belasan kilogram. Sekarang, tiga kilogram sehari sudah bagus,” kata wanita asal Desa Simangulampe, Baktiraja, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Senin (15/6/26). Galumbang Rajagukguk (53), nelayan Desa Binangaringit, Muara, Tapanuli Utara, menyatakan hal senada. Lebih tiga puluh tahun, dia menjaring ikan di Danau Toba yang kini didominasi red devil. “Kadang dilepas, atau saya berikan ke tetangga yang punya ternak,” ujarnya, Senin (15/6/26). Amphilophus citrinellus atau yang dikenal red devil, merupakan ikan invasif yang berkembang cepat di Danau Toba. Foto: Wikimedia Commons/George Chernilevsky/CC BY-SA 4.0. Ikan akuarium berkembang di danau Charles P.H. Simanjuntak, iktiologis dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, menjelaskan ikan ini belum memiliki nama baku dalam Bahasa Indonesia. Untuk red devil di Danau Toba, tim IPB University mengidentifikasinya…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.