Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengasuh untuk Melepaskan, Kisah Dela Mawar dan 4 Bayi Orangutan

Mengasuh untuk Melepaskan, Kisah Dela Mawar dan 4 Bayi Orangutan

mengasuh-untuk-melepaskan,-kisah-dela-mawar-dan-4-bayi-orangutan
Mengasuh untuk Melepaskan, Kisah Dela Mawar dan 4 Bayi Orangutan
service

Setiap hari, Dela Mawar menyiapkan makanan, menggendong bayi orangutan, lalu membawa mereka menuju sekolah hutan. Di sana, perempuan 20 tahun ini bukan hanya menjadi pengasuh, tetapi juga guru yang mengajarkan kembali keterampilan dasar untuk hidup di alam liar. Mawar bekerja sebagai keeper di Pusat Penyelamatan Satwa Long Sam, Desa Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ada empat bayi orangutan dalam pengasuhannya: Lukas, Hannes, Jack, dan Panji. Mereka umumnya menjadi korban konflik dengan manusia, kehilangan induk, atau tersesat setelah habitatnya terganggu. Tanpa induk, bayi-bayi ini kehilangan sosok yang seharusnya mengajarkan cara bertahan hidup. Karena itu, Mawar mengenalkan mereka pada pepohonan, melatih kemampuan memanjat, dan membantu membangkitkan kembali insting liarnya. Tujuan akhirnya bukan membuat mereka bergantung pada manusia, melainkan mempersiapkan mereka agar mampu kembali ke hutan. Mengasuh bayi orangutan memiliki kemiripan dengan merawat bayi manusia. Mereka dapat merasa takut saat bertemu orang yang tidak dikenal, menangis, dan berebut makanan. Di balik tingkah lucunya, masing-masing membawa pengalaman kehilangan dan trauma. Pertemuan pertama Mawar dengan Lukas meninggalkan kesan mendalam. Bayi orangutan itu bertubuh kecil, berkulit merah, dan bermata sayu. Lukas mengira Mawar sebagai induknya, lalu menyusu sambil mengeluarkan suara lirih sebelum tertidur dalam pelukannya. Mawar merupakan warga asli Desa Merasa dari Suku Dayak. Ia tumbuh dengan pemahaman bahwa hutan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sumber kehidupan. Baginya, bekerja dalam konservasi adalah pilihan yang dekat dengan identitas dan nilai-nilai yang diwariskan masyarakatnya. Pekerjaan tersebut tidak mudah. Pusat penyelamatan berada jauh dari kota dengan fasilitas dan sinyal komunikasi terbatas. Para pekerja konservasi juga harus mendatangi lokasi konflik…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.