Mubdalah.id – Masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi perempuan, terutama yang berhubungan dengan kehamilan dan proses melahirkan, antara lain:
Pertama, aborsi. Tatkala seorang perempuan mencoba mengakhiri kehamilannya dengan cara menempuh aborsi yang tidak aman, ia mempertaruhkan nyawa.
Toh, dalam kenyataan, setiap hari terdapat sekitar 50.000 perempuan dewasa serta remaja putri yang mempertaruhkan jiwa dalam upaya aborsi semacam itu karena mereka tidak memperoleh pengguguran yang aman.
Banyak yang akhirnya kehilangan kemampuan untuk mengandung, menderita sakit berkepanjangan, terkena infeksi, dan lain-lain.
Kedua, sunat perempuan. Penyunatan, di mana sebagian atau seluruh alat kelamin terluar dipotong, bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup parah. Di antaranya infeksi sistem kandungan dan urine, masalah-masalah seksual dan emosional, serta kesulitan-kesulitan saat melahirkan anak.
Namun, meski telah terbukti banyak merugikan, penyunatan perempuan masih dipraktikkan secara luas. Setiap tahun tercatat sekitar 2 juta anak perempuan disunat, kebanyakan di Afrika, sebagian kecil di Timur Tengah serta Asia.
Masalah Kesehatan yang Lebih Umum
Ada masalah-masalah kesehatan tertentu yang lebih menjangkiti perempuan ketimbang laki-laki. Ini akibat kurangnya gizi perempuan atau lantaran mereka capek bekerja. Ancaman suatu penyakit pun bisa berlainan bagi perempuan bila daripa dengan lelaki.
Umpamanya, seorang perempuan yang menderita penyakit tertentu yang menyebabkan Anda melemah atau mengalami perubahan tubuh.
Jika terjangkit suatu penyakit, umumnya perempuan tidak mencari atau menerima pengobatan bila belum benar-benar parah. Penyakit tuberkulosis (TBC), misalnya, menjangkiti perempuan maupun lelaki, namun yang memperoleh perawatan lebih banyak adalah lelaki.
Setiap hari hampir 3.000 perempuan meninggal akibat TBC. Sedikitnya sepertiga dari jumlah itu tidak memperoleh perawatan yang layak, bahkan sebagian di antaranya tidak menyadari bahwa diri mereka mengidap penyakit itu.
Problema-problema kesehatan yang dahulu sebagian besar korbannya adalah laki-laki, kini juga menjadi risiko kesehatan perempuan. Sebagai contoh, sekarang makin banyak perempuan menghadapi masalah kesehatan yang berkaitan dengan rokok atau minuman keras yang berlebihan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 6.





Comments are closed.