Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Luka Dalam Setelah Aborsi: Kenali Tanda Bahaya dan Cara Penanganannya

Luka Dalam Setelah Aborsi: Kenali Tanda Bahaya dan Cara Penanganannya

luka-dalam-setelah-aborsi:-kenali-tanda-bahaya-dan-cara-penanganannya
Luka Dalam Setelah Aborsi: Kenali Tanda Bahaya dan Cara Penanganannya
service

Mubadalah.id – Luka dapat terjadi saat proses aborsi berlangsung akibat benda-benda tajam yang ia gunakan sebagai alat aborsi hingga melubangi dinding rahim. Bukan hanya rahim yang dapat mengalami luka, tetapi juga saluran tuba falopi, indung telur, saluran pencernaan, dan kandung kemih.

Bila terjadi luka pada bagian dalam tubuh, mungkin saja pasien tidak mengalami pendarahan hebat melalui vagina. Akibatnya, dari luar ia tampak baik-baik saja, padahal di dalam perutnya sedang terjadi pendarahan.

Dengarkan bunyi-bunyian dari dalam perut pasien selama dua menit. Bila tidak terdengar bunyi apa pun, kemungkinan ia mengalami luka pada bagian dalam tubuh.

Tanda-tanda luka pada bagian dalam tubuh:

Pertama, perut terasa kaku dan keras serta tidak terdengar bunyi atau gerakan usus di dalamnya. Kedua, bagian bawah perut terasa nyeri dan kram.

Ketiga, demam tinggi. Keempat, bahu terasa nyeri, baik pada satu sisi maupun kedua sisi.

Perawatan:

Pertama, segera bawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi dan dokter bedah. Luka pada bagian dalam tubuh harus segera ditangani oleh dokter bedah. Bila terlambat, pasien dapat mengalami infeksi, syok, bahkan kematian.

Kedua, jangan memberikan apa pun melalui mulut, baik makanan, minuman, maupun obat, kecuali bila pasien baru akan tiba di rumah sakit lebih dari 12 jam kemudian.

Dalam keadaan tersebut, hanya berikan sedikit air putih atau mintalah pasien mengisap sepotong kain bersih yang telah dicelupkan ke dalam air matang.

Ketiga, bila tampak tanda-tanda syok, berikan penanganan. Pastikan pula tidak ada sesuatu yang menghalangi jalan napas agar pasien dapat bernapas dengan bebas.

Keempat, lakukan pengobatan untuk infeksi parah. tetapi hanya melalui infus atau suntikan. Bila memungkinkan, berikan juga vaksinasi tetanus. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 333. 

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.