Mubadalah.id – Luka dapat terjadi saat proses aborsi berlangsung akibat benda-benda tajam yang ia gunakan sebagai alat aborsi hingga melubangi dinding rahim. Bukan hanya rahim yang dapat mengalami luka, tetapi juga saluran tuba falopi, indung telur, saluran pencernaan, dan kandung kemih.
Bila terjadi luka pada bagian dalam tubuh, mungkin saja pasien tidak mengalami pendarahan hebat melalui vagina. Akibatnya, dari luar ia tampak baik-baik saja, padahal di dalam perutnya sedang terjadi pendarahan.
Dengarkan bunyi-bunyian dari dalam perut pasien selama dua menit. Bila tidak terdengar bunyi apa pun, kemungkinan ia mengalami luka pada bagian dalam tubuh.
Tanda-tanda luka pada bagian dalam tubuh:
Pertama, perut terasa kaku dan keras serta tidak terdengar bunyi atau gerakan usus di dalamnya. Kedua, bagian bawah perut terasa nyeri dan kram.
Ketiga, demam tinggi. Keempat, bahu terasa nyeri, baik pada satu sisi maupun kedua sisi.
Perawatan:
Pertama, segera bawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi dan dokter bedah. Luka pada bagian dalam tubuh harus segera ditangani oleh dokter bedah. Bila terlambat, pasien dapat mengalami infeksi, syok, bahkan kematian.
Kedua, jangan memberikan apa pun melalui mulut, baik makanan, minuman, maupun obat, kecuali bila pasien baru akan tiba di rumah sakit lebih dari 12 jam kemudian.
Dalam keadaan tersebut, hanya berikan sedikit air putih atau mintalah pasien mengisap sepotong kain bersih yang telah dicelupkan ke dalam air matang.
Ketiga, bila tampak tanda-tanda syok, berikan penanganan. Pastikan pula tidak ada sesuatu yang menghalangi jalan napas agar pasien dapat bernapas dengan bebas.
Keempat, lakukan pengobatan untuk infeksi parah. tetapi hanya melalui infus atau suntikan. Bila memungkinkan, berikan juga vaksinasi tetanus. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 333.





Comments are closed.