Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menyoal Proyek Karbon di Jambi

Menyoal Proyek Karbon di Jambi

menyoal-proyek-karbon-di-jambi
Menyoal Proyek Karbon di Jambi
service

  Hutan di Jambi itu milik masyarakat adat, mereka yang menjaga dan merawatnya. Ketika hutan itu masuk pasar karbon global senilai triliunan rupiah, mereka justru tak tahu. Salah satu yang  Masyarakat Adat Batin Sembilan di Dusun Simpang Macan Luar, Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Jambi, alami. Mereka  tak tahu kalau hutan yang mereka jaga turun-temurun sudah pemerintah perjualbelikan di pasar karbon global. “Dak ngerti kami, apo itu karbon, apo itu BioCF, malah baru dengar ini,” kata Yunani,  warga Batin Sembilan, pertengahan Januari lalu. Jambi menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang terpilih untuk menjalankan proyek BioCarbon Initiative for Sustainable Forest Landscape (BioCF-ISFL). Ini  proyek pendanaan karbon berbasis yuridiksi dengan dukungan pemerintah donor, seperti Jerman, Norway, Swiss, Inggris, Amerika dan dikelola Bank Dunia. Dia bilang, pemerintah tak pernah sosialisasi terkait proyek BioCF maupun perdagangan karbon. “Setahu kami dak ado,” kata Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Besamo itu. Bagi perempuan adat Batin Sembilan, hutan bukan sekadar lanskap hijau. Hutan adalah ruang hidup. Tempat berladang, mencari rotan dan menjaga sumber air. Namun, hutan Batin Sembilan Kelompok Simpang Macan Luar telah terkaveling izin perkebunan sawit PT Berkat Sawit Utama dan konsesi PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) jadi kawasan restorasi ekosistem,  Hutan Harapan. Selebihnya terbabat para perambah. Saat ini,  Kelompok Simpang Macan Luar, hidup di dalam Hutan Harapan. Mereka mengelola 399 hektar hutan dengan skema kemitraan dengan Reki. Mereka tak bisa membuka kebun baru, merambah dan mempertahankan setiap jengkal tutupan hutan yang tersisa. Di Desa Lubuk Beringin, Kabupaten Merangin, Kecamatan Muara Siau, Merangin, pengelola hutan desa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.