Jakarta, Arina.id—Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan meminta semua pihak memastikan Sekolah Garuda menjadi lingkungan belajar yang nyaman, aman, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi peluncuran serentak Sekolah Garuda di 16 titik di seluruh Indonesia, yang merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
“Sekolah Garuda bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi rumah kedua bagi anak-anak Indonesia untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan menghargai hak anak,” kata Veronica dalam keterangan diterima Arina.id, Kamis (9/10/2025).
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) berkomitmen memastikan seluruh ekosistem pendidikan bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi agar setiap anak dapat belajar dengan bahagia serta percaya diri meraih potensi terbaiknya.
“Kami berharap anak-anak dapat tumbuh, belajar dan bermimpi tanpa rasa takut,”ujar Wamen PPPA.
Veronica berharap Sekolah Garuda memberikan kesempatan untuk berprestasi harus terbuka lebar tanpa perbedaan gender, latar belakang, maupun wilayah asal.
“Saya harapkan juga peran aktif orang tua dan guru dalam menumbuhkan semangat belajar serta percaya diri anak-anak, agar mereka berani bermimpi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujar Wamen PPPA.
Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa Sekolah Garuda merupakan salah satu terobosan cepat Presiden Prabowo untuk mempercepat lahirnya talenta unggulan di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
“Sekolah Garuda Transformasi merupakan langkah percepatan untuk menyiapkan generasi muda Indonesia yang unggul di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM). Waktu menuju Indonesia Emas 2045 tinggal kurang dari dua dekade, dan anak-anak inilah yang akan menjadi pengisinya,” ujar Cak Imin.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara resmi memperkenalkan Sekolah Garuda di 16 titik wilayah Indonesia pada Rabu (8/10/2025).
Program ini merupakan sebuah inisiatif terpadu yang terdiri dari dua skema utama, yaitu Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Keduanya dirancang secara sinergis untuk meningkatkan kualitas dan memperluas keseimbangan akses pendidikan di seluruh Indonesia.
Sampai tahun 2029, akan dibangun 20 Sekolah Garuda Baru. Pada tahun 2025, empat sekolah akan dibangun dengan target mulai beroperasi di tahun ajaran 2026/2027. Kemudian, diharapkan akan terbentuk 80 Sekolah Garuda Transformasi hingga 2029.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menjelaskan bahwa Sekolah Garuda Baru akan dibangun dari nol di wilayah dengan akses pendidikan yang masih terbatas.
Sedangkan Sekolah Garuda Transformasi yang dikembangkan SMA/MA yang telah ada, untuk memperkuat potensi unggul para siswanya, agar mampu menembus kampus terbaik dunia.
“Singapura, China, Jepang, Amerika bisa bikin apa, kita juga harus bisa. Itulah yang nanti dilahirkan oleh Sekolah Garuda, petarung-petarung dengan level yang siap bersaing, meyakinkan diri bahwa kita mampu berkompetisi dengan siswa-siswi dari negara lain bisa, kita pasti bisa,” tegasnya.





Comments are closed.